Senin, 09 Desember 2013

Do you love me evil kyu? Part 2





Tittle: Do you love me evil kyu?

Author: Han Hyoji

Main cast: -Han Soona (OC )
                    -Cho Kyuhyun
                    -Lee Donghae

Other cast: -All member Super Junior
                     -All member Hell0!
                     -Lee Yongji

Genre: Romance

Lenght: Chaptered

Disclaimer: ff ini murni dari otak author. Kalo ada kesamaan mian, karena pasti pemikiran manusia ada yg sama nya. Gak mungkin beda semua kan? Iya kan? Iya gak? #maksa. Ok, suju is mine#plaakk. Mohon maaf kalo ff ny gak bagus. Skali lg mohon banget, sebagai readers yg baik hrs RCL. R untuk read, C untuk coment, L untuk like. Dimohon banget untuk kelanjutan ff ini. Dan juga supaya tau ni blog ada pengunjung nya atau nggak. YESUNGdahlah, drpd author ceramah, mending langsung baca.


                 ^^HAPPY READING^^

Author POV

"Eh?" Ucap keduanya serempak. Mereka melepas genggaman tangan mereka.
Suasana pun menjadi canggung. Donghae yg melihat mereka sedari tadi hanya menahan amarahnya. Karena tak tahan, ia keluar.
"Aku pergi" ucapnya dingin dan langsung pergi. Mereka yg melihat donghae pergi hanya memandang pintu yg sudah tertutup.
'Apa ia menyukai soona?' Batin leeteuk dalam hati.

Donghae POV

Aku berjalan menyusuri taman yg ada di gedung SMent ini. Aku teringat saat aku masih trainee dulu yg sering mengunjungi taman ini. Aku duduk di kursi kayu yg ada di taman ini. Sebenarnya mereka tak salah jika berpegangan tangan. Toh, aku bukan siapa-siapa nya soona. Tapi melihat mereka seperti itu, hatiku terasa sakit. Ada rasa cemburu. Apakah benar jika aku menyukai soona?
Sepertinya sih iya. Hhh~daripada aku disini, sebaiknya aku ke cafe sajalah.

At cafe

Aku masuk kedalam cafe ini dan memesan cappuchino late. Aku lebih memilih duduk di sudut ruangan. Semoga saja tidak ada yg menyadari keberadaanku. Walaupun aku sudah memakai penyamaran lengkap pun, elf bahkan bisa mengetahui keberadaanku.
"Cappuchino late nya" ucap pelayan itu. Aku menoleh.
"Ne. Gansahabnida" balasku. Pelayan itu hanya mengangguk dan meninggalkan meja ku. Aku menyesap cappuchino late ku. Hmmm~perasaanku jauh lebih tenang jika sudah meminum cappuchino late kesukaanku. Jika hatiku sedang sedih atau mempunyai masalah, aku pasti selalu datang kesini untuk menenangkan diriku. Tapi aku juga sering kebar jika masalah itu benar-benar menimpukku(?). Mungkin setelah ini aku bisa pulang ke dorm.

Soona POV

Setelah oppadeul suju pulang, aku kembali ke dormku. Dan segera ke kamarku. Aku berbaring memandang langit-langit kamarku. Kejadian tafi masih terekam jelas di otakku. Dengan daya cepat(?)otakku langsung menge-save kejadian tadi dengan baik dan jelas
Saat kyuhyun sunbae mengajariku latihan dance dan bernyanyi, kyuhyun sunbae mengenggam tanganku yg mungkin dia lupa karena masih mengenggam tanganku, lalu donghae sunbae yg pergi begitu saja. Sebenarnya donghae sunbae itu kenapa? Kenapa ia pergi begitu saja? Sulit dipikirkan. Hmm~lebih baik aku makan jeruk sajalah(?).
Ya! Kenapa aku makan jeruk? Karena jeruk itu buah kesukaanku. Dari kecil aku memang menyukai buah jeruk dan warna kuning.
"AA!" Kejut seohae eonnie sambil menepuk bahuku.
"Ya!" Kejutku.
"Hhh~kau ini sampai kapan akan berhenti makan jeruk eoh?" Tanya seohae eonnie. Seohae eonnie adalah roomate ku.
"Molla" jawabku singkat.
"2 minggu lagi kita akan debut. Aku tak menyangka jika akhirnya aku akan debut juga. Bagaimana perasaanmu saeng?"
"Nan jeongmal jeongmal haengbokhage. Itu artinya, jadwal kita akan semakin padat"
"Isshh..kau ini pelit sekali eo! Sampai-sampai tak menawariku makan jeruk"
"Jika kau ingin, beli sajalah. Eonnie tak boleh memakan jerukku. Ini harta bendaku"
"What ever. Bagaimana jika kau sudah makan jeruk, kita tanbermain psp?" Tantang seohae eonnie.
"Siapa takut?" Aku dan seohae eonnie sama-sama hebat dalam soal game. Tapi dalam soal matematika, jangan ditanya. Aku juga hebat. Yg pastinya, aku tak pernah ketinggalan dapat 100. Alias 100 dibalik. Seohae eonnie juga begitu. Kami sama-sama payah dalam soal matematika. Jadi jika ada pr, aku selalu bekerja sama dengan temanku(gk ush d contoh reader).
"Aku sudah selesai eonnie. Kajja kita bermain" Seohae eonnie mengangguk dan kami segera bermain.
                                   ♥♥♥♥♥♥

Pagi harinya, aku bergegas ke sekolah. Yap, aku ini masih anak sekolah. Aku bersekolah di Seoul Senior high School (author ngarang) atau yg sering disingkat tripple S. Setelah selesai sarapan dan berpamitan pada hyera eonnie, aku berangkat ke sekolah. Kalau ke sekolah, aku sering naik bus. Dan ke halte nya aku lebih senang jalan kaki karena sekalian olahraga dan tidak menyebabkan polusi(cieela). Setelah sampai di halte, aku duduk menunggu bis. Aku membenarkan dasi ku yg kurang rapi. Tak lama bus pun datang. Aku segera naik.

At School

Setelah sampai sekolah, aku langsung masuk kekelasku dan meletakkan tas ku.
"Hei!" Ucap seseorang sambil menepuk pundakku. Aku menoleh kebelakang. Ternyata yongji.
"Eh? Hai!" Balasku sambil tersenyum.
Kringg Kringgg
Bel masuk kelas berbunyi. Aku duduk. Begitu juga yongji. Kami berdua sebangku.
Park seongsaenim masuk. Park seongsaenim mengajar matematika. Aishh~pelajaran yg tidak kusukai. Seketika kelas menjadi sunyi.
"Annyeong hasibnika. Sekarang kita akan belajar matematika. Buka buku paket kalian halaman 78. Kerjakan latihan itu. Jika ada yg tidak mengerti, silahkan bertanya saja. Saya todak memberi kalian materi hari ini karena materi yg ini sudah kita pelajari. Jadi, kalian hanya mengerjakan latihannya saja" celoteh park seongsaenim. Kami pun mengerjakan soal itu. Aku mengerjakannya. Benerapa kali aku menggaruk kepalaku karena pusing. Pelajaran ini sungguh aku tak mengerti. Kenapa yg dicari harus x? Kan bisa S. Secara itu nama panggilanku.(?)
"Yongji~ya, apa kau tau nomor 2?" Yongji menoleh.
"Apa kau baru sampai nomor 2?" Tanya yongji heran. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum masam.
"Aku bingung denganmu. Di pelajaran matematika kau sangat payah. Tapi jika di pelajaran sejarah kau sangat hebat"
"Aishh..cepat tunjukkan. Bagaimana caranya?" Yongji menjelaskannya tapi tak ada satupun yg nyangkut(?) Diotakku.
"Arra?" Aku menggeleng.
"Isshh..sampai berbusa mulutku kau tak akan pernah mengerti" kesal yongji.
"Aku lihat punyamu saja"
"Han Soona, Lee Yongji, apa yg kalian bicarakan?" Kejut park seongsaenim. Kami berdua menoleh kedepan dan park seongsaenim menatap kami tajam.
"Aku sedang mengajarinya seongsaenim" ucap yongji. Aku mengangguk.
"Bagus. Kau boleh mengajarinya. Yg lain jika teman bertanya dan jika kalian tau boleh mengajarinya" kata park seongsaenim.
"Lanjutkan latihannya" aku dan yongji mengangguk.
"Aku tak bertanggung jawab jika ujian kau tak bisa menjawab"
"Gwaenchana. Yg penting pelajaran lain nilaiku tinggi"
Akhirnya aku menyalin jawaban yongji. Tapi, tak semuanya. Sisanya, aku kerjakan sendiri walau akhirnya aku asal jawab.
Tak lama kemudian, pelajaran matematika hampir usai.
"Silahkan tugas kalian kumpulkan"
"Besok kita ulangan" lanjut park seongsaenim yg membuatku terkejut. Aisshh~ 2 minggu lagi kan aku akan debut. Pasti jadwal latihanku padat dan aku harus belajar matematika? Tamatlah riwayatku -_-
                           ##########

"Hari ini katanya kita akan dilatih lagi oleh oppadeul suju. Jadi bersiap-siap" Aku yg tengahbelajar menutup bukuku.
"Heh? Tumben kau belajar mtk. Ada angin apa?" Tanya seohae eonnie.
"Aishh..eonnie, besok aku ulangan mtk. Jadi TERPAKSA aku belajar mtk" jawabku malas sambil menekankan kata terpaksa.
"Kajja kita ke ruang latihan" ajak seohae eonnie. Aku membawa buku mtk itu dengan malas sambil berjalan keruang latihan.
Ternyata oppadeul belum datang. Aku menyempatkan diri untuk belajar.
Beberapa kali aku mengacak rambutku. Pusing sekali sih belajar mtk.
"Annyeong haseyo" sapa oppadeul. Aku menoleh kearah oppadeul dan tersenyum. Lalu kembali belajar.
"Kau sedang apa?" Tanya seseorang. Aku mendongaj. Ternyata donghae oppa.
"Oppa? Ah, aku sedang belajar mtk. Kebetulan besok ada ulangan" jawabku. Donghae oppa  duduk disampingku sambil melihat buku yg kupelajari. Aku menoleh. Wajah donghae oppa sangat dekat denganku.
Blush
Pipiku memerah. Aku segera mengalihkan pandanganku.
"Kau kelas berapa?" Tanya donghae oppa. Aku melirik sebentar dan kembali melihat buku.
"3 senior high school" donghae oppa hanya mengangguk.

Author POV

'Andai saja aku bisa membantunya belajar, pasti aku bisa lebih dekat dengannya' batin donghae.
Kyuhyun melihat mereka dan segera menghampiri mereka.
"Hyung, kau dipanggil manager hyung. Katanya hari ini kau ada jadwal" donghae teringat jika hari ini ia punya jadwal. Ia mengangguk dan berdiri.
"Aku hari ini ada jadwal. Jadi tak bisa menemani kalian berlatih. Mianhae" ucap donghae. Soona juga ikut berdiri.
"Gwaenchana. Oppa tak perlu meminta maaf"
"Annyeong" pamit donghae dan segera keluar ruangan latihan itu.
"Apa latihannya akan dimulai?" Tanya soona.
"Ne. Tapi kenapa kau belajar mtk?" Kyuhyun sekilas melorik buku yg terletak di meja.
"Eo? Besok aku akan ada ulangan. Jadi aku belajar dulu. Kajja kita latihan" Kyuhyun tak menghiraukan soona dan duduk.
"Kita tak usah latihan. Kau belajar saja"
"Mwo? Haj.."
"Gwaenchana. Ini masalah nilaimu. Lagian sooman ahjussi juga tak tau" sahut kyuhyun asal. Soona menurut saja.
"Aku akan membantumu" ucap kyuhyun. Soona terkejut. Tapi ia senang juga karena ada yg membantunya.
"Aku senang jika kau membantuku. Apa kau tau? Nilai mtk ku sangat jelek. Jadi, gomawo mau membantuku"
"Hmm"
Kyuhyun mengajari soona. Tapi soona tak kunjung mengerti.
"Aiishh..ini sangat susah" keluh soona.
"Kau itu payah. Sudah berkali-kali tapi kau masih juga tak mengerti. Hwaiting! Kau pasti bisa" dukung kyu. Soona tersenyum senang.
Deg
Jantung kyu berdetak kencang. Senyuman soona tulus. Terlukis jelas diwajahnya bahwa ia senang jika dirinya mendukung soona. Kyu memandang soona. Sedetik kemudian ia memalingkan wajahnya. Ia tak mau jika tertangkap basah sedang melihat soona.
"Jadi, jika kau ingin mencari elemen dari x, pasti ada kurung kurawalnya dan lambangnya seperti ini" kyu membuat lambang elemen(mian,ini pljrn dasar bgt).
"Ingat saja huruf awal elemen itu e. Sementara lambangnya juga" jelas kyu. Soona mengangguk.
"Arrasseo?"
"Ne. Arra. Jika subset bagaimana?"
"Tapi aku sudah menjelaskannya tadi"
"Emm..aku..aku masih belum mengerti" jawab soona takut-takut. Kyu gemas melihat soona yg belum mengerti juga. 'Benar-benar bodoh' Pikirnya. Kyu menyentil jidat soona gemas.
"Awww" ringis soona sambil mengusap jidatnya.
"Jika kau tak bisa mendapat nilai yg baik besok, kau akan menerima hukuman dariku. Tapi, jika kau mendapat nilai yg bagus, temani aku jalan-jalan sehari penuh" ucap kyu. Mata soona membesar.
Glek
Kyu menelan ludah melihat soona. Jinjja, yeoja itu sekarang benar-benar aegyeo.
"Ya! Dua-dua nya sama saja" protes soona.
"Kau kira mengajarimu itu mudah eo? Aku sangat sabar mengjadapimu. Sudah berkali-kali kujelaskan kau tak mengerti juga"
"Hhh..terserah padamu sajalah" ucap soona mengalah.
3 jam kemudian...

KYUHYUN POV

"Kyu. Kajja kita pulang ke dorm" ucap leeteuk hyung.
"Ah? Kalian pulang duluan saja. Biar aku yg menyusul nanti"
"Sunbae pulang saja. Pasti sunbae lelah mengajariku. Sunbae beristirahatlah. Kau punya jadwal yg padat" kata soona. Aku bersorak dalam hati. Hei! Apakah itu suatu bentuk perhatiannya padaku? Mungkin aku memang percaya diri sekali. Tapi aku senang.
"Tapi b.."
"Nan gwaenchana" potongnya.
"Chakkaman" ia pergi keluar tempat latihan. Aku hanya memandangnya pensaran.
"Kalau begitu aku ke mobil duluan saja. Kami menunggumu disana. Jangan lama-lama" perintah leeteuk hyung. Aku mengangguk.
"Cha! Ige untukmu sunbae. Gomawo kau sudah membantuku belajar" tiba-tiba soona datang dan memberiku kotak sedang berwarna kuning sambil tersenyum. Ia duduk disampingku. Aigoo..neomu yeppeo.
Aku mengambilnya
"Ige mwoya?" Tanyaku.
"Sunbae boleh membukanya jika sudah sampai di dorm saja. Jangan disini. Itu sangat spesial bagiku karena aku sangat-sangat memfavoritkan isi kotak itu. Kemarin saja seohae eonnie memintanya tapi tidak kuberikan. Hanya kau saja sunbae yg kuberikan itu. Karena kau telah mengajariku jadi kupikir tak apalah memberikanmu walau punyaku berkurang. Hei! Jika kau sidah mengetahui isinya, nanti belikan aku jugakata  ne" ucapnya panjang lebar diselingi candaan. Aku mendengarkannya seksama. Ia tak memberikan isi kotak ini pada eonnie nya sendiri. Hei! Bukankah itu termasuk spesial?
"Gomawo. Aku pamit pulang. Beritau pada yg lain. Annyeong" aku berdiri dan membawa kotak itu. Lalu pulang ke dorm.

Sesampainya di dorm, aku meletakkan kotak yg diberikan soona tadi di nakas. Lalu mandi. Setelah mandi, aku mengambil kotak itu dan duduk di kasur. Dikamar aku sedang sendiri karena sungmin hyung sedang menonton bersama member lainnya. Aku duduk dikasur dan memandangi kotak berwarna kuning itu.
"Kira-kira apa isi dalam kotak ini?" Tanyaku pada diriku sendiri. Akhirnya, kubuka kotak itu.
Daaannn...apa kalian tau isinya?
Cokelat? Bukan.
Psp?#plaakk# bukan.
Gajiku bulan ini?#plaakk# bukan juga.
Jadi, apa kalian bisa menebaknya?
Isi dalam kotak ini adalah 3 buah jeruk.
Ya! Aku juga bisa membeli jeruk ini sendiri. Huh! Apa katanya tadi? Spesial? Ya, tapi bisa juga sih.
Dia tadi sendiri yg bilang ini sangat spesial baginya. Dan dia memberiku barang spesialnya.
'Itu sangat spesial bagiku karena aku sangat-sangat memfavoritkan isi kotak itu.'
'Kemarin saja seohae eonnie memintanya tapi tidak kuberikan'
'Hanya kau saja sunbae yg kuberikan itu'
Kata-kata nya tadi masih terekam jelas oleh otakku. Dia memang berbeda dari yeoja lainnya. Aku tambah mencintainya.
Aku mengupas jeruk itu dan memakannya. Biasanya aku jarang memakan jeruk itu karena rasanya asam. Tapi kini aku memakannya biasa saja. Malah enak.
Aku menikmati jeruk itu. Rasanya jadi nikmat. Aku tersenyum memakan jeruk ini.
                                          ♥♥♥♥♥♥
SOONA POV

Sekarang aku sedang belajar bersama yongji dikelas. Sekarang aku sudah cukup menguasai pelajaran mtk ini berkat kyuhyun sunbae. Penjelasannya pun lebih mudah,ringkas, dan padat dibandingkan penjelasan park seongsaenim yg hanya banyak berceloteh#plaaakk
"Tumben kau mengerti. Biasanya kau sangat lemot jika pelajaran mtk" sindir yongji.
"Kemarin kyuhyun sunbae mengajariku mtk. Seharusnya kyuhyun sunbae melatihku untuk persiapan debut. Tapi kyuhyun sunbae bilang, dia akan mengajariku bukan melatihku untuk persiapan. Yasudah, toh, aku juga untung" sekarang kelas sedang sepi. Jadi, aku bisa membicarakan kyuhyun sunbae.
"Waah..beruntungnya dirimu"
KRRIIINGG
bel berbunyi dan murid-murid berhamburan masuk kelas lalu duduk dengan rapi karena pelajaran pertama adalah park seongsaenim.
Tap tap
Langkah sepatu hak park seongsaenim terdengar jelas.
"Annyeong hasibnika. Sekarang kalian simpan buku mtk kalian dalam tas dan singkirkan tas kalian" ucap park seongsaenim. Kami mengerjakan apa yg disuruh park seongsaenim dan park seongsaenim memberikan kami kertas. Aku mengisinya. Lah! Ige, pelajaran yg sunbae ajarkan. Kenapa bisa masuk?
Aku membaca soal-soal itu. Itu semua yg diajarkan sunbae kemari. Yeaayy! Aku bisa menjawabnya. Kenapa sunbae sangat jenius? Ah, aku harus berterima kasih padanya nanti.
2 jam kemudian....
Kami semua mengumpul kertas ulangan.
"Nanti saya akan kesini lagi mengumumkan nilai kalian. Saya permisi dulu. Annyeong" pamit seongsaenim dan keluar kelas.
"Bagaimana saat ulangan tadi? Apakah kau bisa mengisinya?"
"Bisa. Bagaimana bisa sunbae evil itu sangat jenius? Semua yg diajarkannya kemarin padaku masuk di soal ulangan. Hh~ aku harus berterima kasih padanya" jawabku senang. Yongji tersenyum
Saat pembagian nilai ulangan..
"Go Hyena, nilaimu 8,5. Chukkae" panggil park seongsaenim. Hyena pun maju dan mengambil kertas ulangannyan sedari tadi aku sangat cemas menantikan nilaiku.
"Kim Hyewon, nilaimu 7,5. Lain kali, tingkatkan lagi nilaimu" Hyewon maju dan mengambil jertas ulangannya.
"Park Hyunra, nilaimu...9,5. Chukkae" terdengar riuh tepuk tangan. Hyunra mengambilnya dengan senang.
"Kim Ji Bin, nilaimu 90. Chukkae"
"Lee Jitae, nilaimu 8,7. Chukkae"
SKIP
"Lee Yongji, nilaimu 92. Chukkae" aku tersenyum padanya dan menepuk bahunya.
"Chukkae" ucapku dan dia balas tersenyum lalu mengambil kertas ulangannya.
"Han Soona, nilamu..." park seongsaenim memberi jeda. Oh, ayolah. Aku sungguh penasaran.
"Han Soona, nilamu..100!!. Chukkae" semua murid bertepuk tangan. Jinjja? Aku..aku mendapat nilai 100 dalam pelajaran mtk? Aaahhh...nan jeongmal haengbokhage. Aku tersenyum dan mengambil kertas ulanganku.
"Ini hasil jerih payahmu bukan? Kau tidak mencontekkan?" Selidik park seongsaenim. Aku menggeleng keras.
"Aniyaa..kemarin aku belajar keras dengan kyu.." aigoo..aku keceplosan.
"Dengan kyu..kyuhae oppa. Dia sepupuku. Ne. Benar"
"Yasudah. Silahkan kembali ke tempat duduk"
Aku kembali ketempat duduk dengan perasaan senang.
"Chukkae. Usahamu tak sia-sia" ucap yongji.
"Gomawo. Aku akan berterima kasih padanya nanti" tekadku.
                                       #########
"Ya! Eonnie..aku mendapat nilai 100 ulangan mtk tadi. Nan jeongmal haengbokhage" teriakku saat baru pulang.
"Yaaakk...bisakah kau tidak berteriak huh? Telingaku sakit" protes Ha Ni eonnie.
"Mianhae. Aku terlalu senang"
"Berterima kasihlah pada kyuhyun sunbae" ucap seohae eonnie. Aku mengangguk.
"Apa kyuhyun sunbae ada jadwal?" Tanyaku pada diriku sendiri. Ah dwasseo, lebih baik aku mengganti baju dulu saja.
Aku duduk dikasur. Memegang ponselku. Aku tak punya nomor ponsel kyuhyun sunbae. Apa sebaiknya aku ke dormnya saja? Tapi bukankah itu lancang? Berani datang ke dorm sunbae bahkan aku belum menjadi artis. Dan setauku yeoja dilarang masuk ke dorm super junior. Aku jadi tak enak hati. Kemarin aku sudah berjanji pada kyuhyun sunbae.
Bagaimana jika aku ke dorm oppadeul saja tapi tidak masuk? Hanya mencari kyu oppa lalu memberitau jika nilai ku bagus? Sepertinya itu ide yg tak buruk. Aku mengganti bajuku dengan kaos putih lalu blazer berwarna kuning tua. Aku mengikat rambutku.Tak lupa juga aku membawa kertas ulanganku.
Tok tok
Sesampainya disana aku segera mengetuk pintu. Tak lama, pintu terbuka.
"Bukannya kau member Hell0!?" Tanya Heechul.
"Ne. Joneun Han Soona ibnida. Aku kesini sedang mencari Kyuhyun sunbae. Apa kyuhyun sunbae nya ada?" Tanyaku sopan.
"Kyuhyun? Kyuhyun ada. Kajja masuk"
"Ehhmm..tak usah sunbae. Aku lebih baik disini saja" tolak ku halus.
"Gwaenchana. Masuk saja. Kajj" paksa heechul sunbae.
"Aniyaa..tak enak sunbae. Bukankah dorm sunbae ini yeoja tak boleh masuk?"
"Gwaenchana. Tak ada yg melihat. Dwasseo, masuk saja"
"Aniya. Aku disini saja sunbae. Nan gwaenchana"
"Yasudahlah. Sebentar, akan kupanggilkan" aku mengangguk dan heechul sunbae masuk kedalam.
Tak lama kyuhyun sunbae menghampiriku.
"Ada apa?"
"Emm..tadi saat ulangan aku mendapat nilai yg bagus. Gomawo sudah mengajariku kemarin. Ige" aku memberi kertas ulanganku. Kyuhyun sunbae mengambilnya dan melihat nilaiku.
"Gomawo. Jeongmal gomawoyo" ucapku.
"Chukkae. Hajiman, apa hanya gomawo saja?" Tanya kyuhyun sunbae.
"Maksud sunbae?"
"Kau kemarin berjanji padaku jika nilaimu bagus harus menemaniku jalan-jalan seharian penuh bukan?" Aku mengingat apa yg barusan sunbae katakan.
"Ne."
"Kalau begitu, karena besok hari minggu, jadi kau harus menemaniku"
"Apa sunbae tak ada jadwal?"
"Aniya. Aku free besok"
"Yasudah. Sekali lagi jeongmal gomawoyo"
Hening. Kami berdua terdiam. Aku mengusap tengkukku.
"Ngggg..sunbae.." panggilku.
"Ne?" Sahutnya.
Aku menggigit bibir bawahku. Ragu. Aku sedikit menjinjit karena tinggiku dengan tinggi sunbae cukup jauh berbeda.
CUP
Entah dapat keberanian darimana, aku mencium pipi kyuhyun sunbae. Aku takut sunbae marah. Babo!
"M..mianhae. mianhae jika aku lancang. A..aku t..tak akan mengulanginya lagi" ucapku terbata-bata. Aku takut. Sangat takut sekarang
Kyuhyun sunbae masih terdiam.
"Mianhae. A..aku akan pulang" Aku berbalik namun tanganku seperti ditahan oleh tangan sunbae. Aigoo..pasti sunbae marah. Baboya!
"Mianhae, a.." ucapku saat berbalik tapi tiba-tiba kyuhyun sunbae...

TBC
Hhh~akhirnya part 2 nya keluar juga. Apakah masih ada yg baca ff ini?
Sedih banget yg coment nya dikit. Tapi tak apalah. Author harus nepatin janji walau yg comen cuma 1. Atau ff ini aja yg gak kebaca? Ff ini bagus gak sih?
Tolong banget ya, bagi readers yg baca ff ini untuk conen. Nggak papa kok, kalo cuma titik#sedih banget.
Yaudah, annyeong. Sampai ketemu lagi di part selanjutnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar